Konsep grafis merupakan suatu hal yang tidak bisa diabaikan dalam membuat suatu file grafis karena akan menentukan nilai jual dari produk file grafis itu sendiri.
Desain grafis apapun, seperti web, brosur, majalah, buku dan lain-lain dibuat dengan memperhatikan prinsip desain grafis sebagai berikut:
* Komunikatif. Berhubungan dengan corporate identity, isi pesan serta audiens. Desain grafis untuk media berita seperti koran tidak sama dengan desain grafis untuk site yang menampilkan karya seni. Web yang ditujukan untuk anak muda tidak sama dengan web yang ditujukan untuk orang dewasa atau organisasi. Contohnya anak-anak akan sulit membaca teks dengan variasi font yang banyak. Semua elemen yang ditempatkan pada halaman web mempunyai makna tidak hanya sekedar pengisi ruangan
* Estetis. Desain grafis yang tidak memperhatikan keindahan biasanya jarang dikunjungi oleh pengguna, karena pengguna hanya mengunjungi web tersebut sekali saja. Walaupun demikian terdapat desain yang tidak memerlukan keindahan dengan alasan tertentu, misalnya nama sudah terkenal sehingga apapun interfacenya tidak akan mempengaruhi audiens. Keindahan tampilan web dengan desain grafis akan selalu diingat audiens.
* Ekonomis. Desain grafis harus memperhatikan faktor ekonomis dalam arti ukuran file yang digunakan. Semakin berat ukuran sebuah grafis, maka akan semakin lambat proses loading pada saat audiens mengakses web tersebut. File animasi yang biasa memiliki ukuran file berat, meskipun secara estetis memeuhi selera, tetapi jika mengakibatkan pengunjung menunggu lama.
FILE GRAFIS
Apabila Anda ingin mengolah gambar untuk tujuan tertentu, misalnya dicetak atau ditampilkan di situs web, Anda harus memilih salah satu dari beberapa format: JPEG, TIFF, GIF, PNG. Bagaimana menentukan format yang tepat? Inilah panduannya.
Dengan gambar yang berkualitas dan berukuran besar, Anda dapat menggali dan berekspresi lebih banyak. Karena itu, Anda wajib memilih format yang tepat.
File grafis biasanya berisi satu dari dua tipe: raster (titik-titik warna atau pixel yang tersusun dalam baris-baris), dan vektor (gambar yang terdiri dari garis, segi banyak, dan teks).
Format raster ideal untuk foto, sementara format vektor cocok pada logo dan diagram. Format vektor menggunakan garis-garis halus untuk membuat obyek, dan kualitasnya tetap terjaga meski gambar diperbesar atau diperkecil.
Secara umum, ada tiga faktor dalam mempertimbangkan format grafis: media output (cetak atau web), fitur khusus pada format, dan alur kerja Anda. Biasanya, pemilihan format web harus mempertimbangkan dukungan dari kebanyakan browser, misalnya format GIF, JPEG, dan SWF.
*


Gambar raster yang lebih besar, jika dikompresi, dapat menghemat memori dan tak membutuhkan waktu lama saat harus di-download. Tetapi pola kompresi lain, seperti pada JPEG, memperkecil gambar dengan mengurangi data. Selain itu, beberapa format menawarkan efek transparan gradien atau alpha channel.
Alur kerja juga penting. Anda tak dapat memilih format jika perangkat yang Anda gunakan tidak mendukungnya. Informasi ini akan memandu Anda dalam pemilihan format yang tepat, seperti JPEG, TIFF, GIF, PNG, dan format lainnya.
